Analisis Jurnal
Judul :
INTERLANGUAGE AND ERROR
FOSSILIZATION: A STUDY OF INDONESIAN STUDENTS LEARNING ENGLISH AS A FOREIGN LANGUAGE
Latar Belakang : Kesalahan pemelajar
merupakan tanda tidak sempurnanya manusia yang tidak dapat dihindari; oleh
karena itu, kesalahan-kesalahan semacam itu selalu muncul dalam pembelajaran
bahasa kedua. Kesalahan tersebut menjadi sumber untuk mempelajari sistem L2
pemelajar atau interlanguage (IL). Sebagai sebuah sistem bahasa, IL memiliki
setidaknya tiga karakteristik utama; systematicity, permeability, dan
fossilization (Adjemian 1976; Saville-Troike, 2006, ha;. 41). Tidak diragukan
lagi bahwa IL bersifat sistematis dan dapat dipahami. Namun, premis yang
menyatakan bahwa IL memiliki sifat fossilized masih dalam perdebatan. Schachter
1990; Han 2005 dll.
Masalah :
erdasarkan hal-hal tersebut, penelitian ini membahas isu yang berkenaan dengan
kesalahan fossilization, dengan fokus khusus pada kesalahan tata bahasa. Data
datang dari kesalahan tata bahasa dalam karangan bebas pemelajar yang
dikumpulkan sebanyak empat kal
Tujuan
Penelitian : ). Tidak
diragukan lagi bahwa IL bersifat sistematis dan dapat dipahami. Namun, premis
yang menyatakan bahwa IL memiliki sifat fossilized masih dalam perdebatan.
Schachter 1990; Han 2005 dll. beranggapan bahwa terdapat periode kritis bagi
SLA; pemelajar L2 dewasa tidak dapat mencapai TL yang lengkap. Kesalahan IL
mereka bersifat fossilized. Sementara, pandangan yang berlawanan datang dari
White dan Genesse 1996, Bialystok 19999, dan Steinberg 2004, yang percaya bahwa
tidak ada periode kritis untuk pembelajaran sintaksis
Hasil penelitian : Hasilnya mengindikasikan bahwa hampir seluruh
kesalahan tata bahasa para pemelajar dapat dieliminasi. Observasi selanjutnya
menunjukan bahwa kesalahan itu bersifat dinamis. Pada periode pembelajaran
tertentu beberapa kesalahan tata bahasa muncul. Karena pembelajaran mereka
berubah bentuk – beberapa berkurang, yang lainnya naik-turun, sementara
kesalahan lainnya tetap terjadi. Kesalahan berfluktuasi cenderung berkurang dan
kesalahan yang sering terjadi juga sepertinya berkurang. Kesimpulan yang
diambil dari penelitian ini adalah bahwa kesalahan tata bahasa bersifat dinamis
dan tidak fossilize

Tidak ada komentar:
Posting Komentar