Senin, 04 Mei 2015



Analisis Jurnal
Judul                                     : INTERLANGUAGE AND ERROR FOSSILIZATION: A STUDY OF INDONESIAN STUDENTS LEARNING ENGLISH AS A FOREIGN LANGUAGE

Latar Belakang                   : Kesalahan pemelajar merupakan tanda tidak sempurnanya manusia yang tidak dapat dihindari; oleh karena itu, kesalahan-kesalahan semacam itu selalu muncul dalam pembelajaran bahasa kedua. Kesalahan tersebut menjadi sumber untuk mempelajari sistem L2 pemelajar atau interlanguage (IL). Sebagai sebuah sistem bahasa, IL memiliki setidaknya tiga karakteristik utama; systematicity, permeability, dan fossilization (Adjemian 1976; Saville-Troike, 2006, ha;. 41). Tidak diragukan lagi bahwa IL bersifat sistematis dan dapat dipahami. Namun, premis yang menyatakan bahwa IL memiliki sifat fossilized masih dalam perdebatan. Schachter 1990; Han 2005 dll.
Masalah                               : erdasarkan hal-hal tersebut, penelitian ini membahas isu yang berkenaan dengan kesalahan fossilization, dengan fokus khusus pada kesalahan tata bahasa. Data datang dari kesalahan tata bahasa dalam karangan bebas pemelajar yang dikumpulkan sebanyak empat kal
Tujuan Penelitian             : ). Tidak diragukan lagi bahwa IL bersifat sistematis dan dapat dipahami. Namun, premis yang menyatakan bahwa IL memiliki sifat fossilized masih dalam perdebatan. Schachter 1990; Han 2005 dll. beranggapan bahwa terdapat periode kritis bagi SLA; pemelajar L2 dewasa tidak dapat mencapai TL yang lengkap. Kesalahan IL mereka bersifat fossilized. Sementara, pandangan yang berlawanan datang dari White dan Genesse 1996, Bialystok 19999, dan Steinberg 2004, yang percaya bahwa tidak ada periode kritis untuk pembelajaran sintaksis

 Hasil penelitian                : Hasilnya mengindikasikan bahwa hampir seluruh kesalahan tata bahasa para pemelajar dapat dieliminasi. Observasi selanjutnya menunjukan bahwa kesalahan itu bersifat dinamis. Pada periode pembelajaran tertentu beberapa kesalahan tata bahasa muncul. Karena pembelajaran mereka berubah bentuk – beberapa berkurang, yang lainnya naik-turun, sementara kesalahan lainnya tetap terjadi. Kesalahan berfluktuasi cenderung berkurang dan kesalahan yang sering terjadi juga sepertinya berkurang. Kesimpulan yang diambil dari penelitian ini adalah bahwa kesalahan tata bahasa bersifat dinamis dan tidak fossilize


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...